Welcome to My Blog. Please Follow and comment before you leave this page. Thank You...
Tampilkan postingan dengan label Pemograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemograman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

Tipe Data Pada Visual Basic

Data menyatakan nilai yang dapat diinput pada program aplikasi. Jenis nilai yang dapat dimasukkan (input) pada program aplikasi menyatakan tipe data tersebut. Beberapa tipe data yang sering digunakan dalam pemrograman visual basic adalah sebagai berikut :
1. Integar
Integar merupakan tipe data numerik yang berupa bilangan bulat dan mempunyai kisaran antara – 32.768 s.d 32.767
2. Byte
Byte merupakan tipe data yang berupa nilai bulat positif, dan mempunyai kisaran antara 0 s.d 255.
3. Decimal
Decimal merupakan tipe data yang digunakan untuk menyimpan nilai desimal dan mempunyai ketepatan hingga 28 angka decimal.
4. Boolean
Boolean merupakan tipe data yang hanya memiliki dua buah nilai yaitu nilai benar (true) dan nilai salah (false).
5. String
String merupakan tipe data yang memiliki nilai yang termasuk dalam kategori alfanumerik. Dalam visual basic karakteristik dari tipe data sting ini ditulis diantara tanda kutip (“”).
6. Singgle
Singgle merupakan tipe data yang memiliki kissaran antara –3.402823e+38 s.d 3.402823e+38.
7. Double
Double merupakan tipe data yang memiliki kisaran antara –1.7976931348622E+308 s.d – 1.7976931348622E +308.
8. Date
Date merupakan tipe data yang digunakan untuk menyimpan nilai tanggal, bulan, dan tahun. Kisaran tipe data ini antara 1 januari 100 s.d 31 Desember 9999
9. Currency
Currency merupakan tipe data yang digunakan untuk menyimpan nilai uang baik dalam bentuk dolar maupun sejenisnya. Kisaran tipe data ini adalah 922.337.203.685.477,5808 s.d 922.337.203.685.477,5807.
10. Long
Long merupakan tipe data yang memiliki kisaran antara –2.147.483.648 s.d 2.147.483.648. tipe data ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan data tipe integar, tetapi perbedaannya terletak pada nilai kisaranya.
11. Object
Tipe data object merupakan tipe data yang mampu menyimpan object seperti object form, kontrol dan sebagainya.
12. Variant
Variant merupakan tipe data yang akan menyesuaikan dengan kebutuhan nilainya. Jika sebuah variabel tidak dideklarasikan tipe datanya maka secara otomatis visual basic akan mendeklarasikan variabel tersebut dengan tipe data variant.
copas dari sini

Senin, 19 Maret 2012

Perulangan dan Percabangan pada Python

Perulangan

Perulangan dalam python sedikit berbeda dengan bahasa pemprograman lainnya. Python tidak hanya melakukan perulangan berdasarkan perubahan urutan artimatika, namun python juga mampu mengurut berdasarkan item-item ber-urut (sequence) seperti string dan list.

Untuk melakukan perulangan pada python, kita menggunakan keyword “ for “ yang dipasangkan dengan “ in “. Perlu diingat, perulangan merupakan sebuah blok statement yang dalam python ditandai dengan identasi.

Contoh perulangan berdasarkan item dalam string:
>>> kata = 'python'
>>> for i in kata:
... print i
...
p
y
t
h
o
n

Contoh perulangan berdasarkan item dalam list:
>>> keluarga = ['Ayah','Ibu','Anak','Kakek', 'Nenek']
>>> for n in keluarga:
... print 'Selamat ulang tahun '+n
...
Selamat ulang tahun Ayah
Selamat ulang tahun Ibu
Selamat ulang tahun Anak
Selamat ulang tahun Kakek
Selamat ulang tahun Nenek

>>> z = 0 # inisialisasi nilai variabel z
>>> kalimat = 'Belajar Python'
>>> kalimat.__len__() # jumlah item
14
>>> for y in kalimat:
... print z
... z += 1
...
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Contoh diatas mencoba menggambarkan perulangan yang menggunakan urutan item, dalam contoh diatas kita menggunakan string. Python juga mendukung perulangan dengan cara yang lebih tradisional dengan menggunakan perubahan urutan aritmatika. Untuk melakukan ini, kita menggunakan built in function “ range() “.

Perulangan menggunakan range():
>>> for i in range(10):
... print i
...
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pada contoh diatas, kita melakukan perulangan sebanyak sepuluh kali. Fungsi range() dapat digunakan dalam beberapa bentuk, perhatkan contoh dibawah!

>>> for i in range(1,10,2):
... print i
...
1
3
5
7
9

Fungsi range() pada contoh diatas, menggunakan tiga argumen ( “ 1 “, “ 10 “, “ 2 “). Argumen pertama merupakan awal mulai perulangan, yang kedua akhir perulangan, sedangkan yang ketiga adalah jumlah penambahan.

Perulangan dimulai dari 1, lalu diikuti dengan 1 + 2 yaitu 3, diikuti lagi dengan 3 + 2 yaitu 5 dan begitu seterusnya.

Fungsi range() juga dapat mengurut kebawah dengan melakukan pengurangan. Misalkan awal perulangan adalah 10 dan akan dikurangi 1 untuk setiap perulangan hingga medapatkan nilai 0, kode kita harus diubah menjadi:

>>> for i in range(10,0,-1):
... print i
...
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1

Selain menggunakan “ for “, kita juga dapat melakukan perulangan dengan menggunakan “ while “. Perulangan akan dilakukan selama acuan bernilai True. Dalam python untuk setiap number selain nol (“ 0 “) bernilai true.

Perulangan menggunakan while:
>>> x = 3
>>> while x:
... print x
... x -= 1
...
3
2
1



Percabangan(Kondisi)

Sama seperti bahasa pemprograman lain, python juga menggunakan “ if “ sebagai keyword. Pemakaian “if “ lebih kurang mirip dengan “ for “, hal ini dikarenakan keyword if merupakan sebuah blok statement.

Keyword yang umum digunakan bersama “ if “ adalah: “ else “ (selain itu) dan “ elif “ (selain itu, jika).

Perhatikan contoh dibawah:
>>> x = True
>>> if x:
... print "X bernilai benar"
... else:
... print "X bernilai salah"
...
X bernilai benar

>>> x = False
>>> if x:
... print "X bernilai benar"
... else:
... print "X bernilai salah"
...
X bernilai salah

Untuk kasus yang lebih konvensional perhatikan contoh dibawah:
>>> nilai_angka = 87
>>> if (nilai_angka > 0) and (nilai_angka <= 35):
... print "Nilai angka = " + str(nilai_angka) + " sedangkan nilai huruf = C"
... elif (nilai_angka >=36) and (nilai_angka <=70):
... print "Nilai angka = " + str(nilai_angka) + " sedangkan nilai huruf = B"
... else:
... print "Nilai angka = " + str(nilai_angka) + " sedangkan nilai huruf = A"
...
Nilai angka = 87 sedangkan nilai huruf = A

Contoh diatas mendemonstrasikan percabangan yang melibatkan operator logika “ and “. Kasus yang diselesaikan adalah konversi nilai angka menjadi nilai huruf. Jika nilai angka besar dari nol dan kecil sama dengan 35, maka nilai huruf adalah C. Jika nilai angka besar sama dengan 36 dan kecil sama dengan 70 maka nilai huruf adalah B, selain itu (jika besar sama dari 71) maka nilai huruf adalah A. Pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan bahasa pemprograman yang lain.

Sesuai kebutuhan, operator logika “ or “ juga bisa digunakan dalam percabangan. Perhatikan contoh dibawah:
>>> login = False
>>> password = 'python'
>>> if (login) or (password == 'python'):
... print 'Selamat datang'
... else:
... print 'Silahkan login dahulu'
...
Selamat datang

>>> login = False
>>> password = 'sython'
>>> if (login) or (password == 'python'):
... print 'Selamat datang'
... else:
... print 'Silahkan login dahulu'
...
Silahkan login dahulu

Contoh penggunaan “ if “ di dalam “ if “ (Nested IF):
>>> gender = "Pria"
>>> umur = 22
>>> if gender is "Pria":
... if umur >= 21:
... print "Sudah boleh menikah"
... else:
... print "Belum boleh menikah"
... else:
... if umur >= 16:
... print "Sudah boleh menikah"
... else:
... print "Belum boleh menikah"
...
Sudah boleh menikah

Berikut operator yang umumnya digunakan dalam percabangan:
==Sama dengan
!=Tidak sama dengan
>Besar dari
>=Besar sama
<=Kecil sama

sumber

Sabtu, 10 Maret 2012

Sejarah dan Perkembangan Bahasa Pemrograman Delphi

Borland Delphi adalah bahasa tingkat tinggi dan terkompilasi yang mendukung bahasa terstruktur serta Perancangan Berorientasi Object (OOD). Delphi menggunakan bahasa Pascal, sebuah bahasa terstruktur generasi ketiga. Delphi menawarkan gaya pemrograman yang bersih dan konsisten dan yang terpenting menghasilkan aplikasi yang lebih dapat diandalkan.
Pascal dan Sejarahnya
Asal usul Pascal bermula dari rancangan Algol, bahasa tingkat tinggi pertama yang mudah dibaca, terstruktur dan mendefinisikan sintax secara sistematis. Pada akhir tahun 1960-an (196x), beberapa usulan evolusi penerus algol dikembangkan. Salah satu yang paling sukses adalah Pascal, ditemukan oleh Prof Niklaus Wirth. Wirth mempublikasikan temuan asli Pascal pada tahun 1971. Mulai diimplementasikan di tahun 1973 dengan beberapa modifikasi.   Banyak fitur pascal yang berasal dari bahasa sebelumnya. Pernyataan Case dan parametervalue-result berasal dari Algol, dan catatan struktur yang mirip dengan Cobol dan PL 1. Pascal menambahkan kemampuan untuk mendefinsikan tipe data baru secara lebih sederhana dari yang pernah ada. Pascal juga mendukung struktur data dinamis, contohnya : struktur data yang dapat tumbuh dan menyusut saat program berjalan. Bahasa ini dirancang untuk menjadi alat pembelajaran bagi siswa pada kelas pemrograman.
Pada tahun 1975, Wirth dan Jensen memproduksi buku referensi Pascal terakhir “Pascal User Manual and Report”. Wirth berhenti bekerja pada Pascal pada tahun 1977 untuk menciptakan sebuah bahasa baru, Modula – penerus Pascal.
Borland Pascal
Dengan dirilisnya Turbo Pascal 1.0 pada November 1983, Borland mulai perjalanannya dengan lingkungan pengembangan dan perangkatnya. Untuk menciptakan Turbo Pascal 1.0 Borland melisensikan kompilator inti pascal yang cepat dan murah, yang ditulis oleh Anders Hejlsberg. Turbo Pascal memperkenalkan  suatu Lingkungan pengembangan terintegrasi / Integrated Development Environment (IDE) dimana anda dapat mengedit code, menjalankan compiler, melihat kesalahan dan melompat kembali ke baris yang mengalami kesalahan. Kompiler turbo pascal telah menjadi salah satu compiler terlaris sepanjang waktu, dan membuat bahasa ini sangat popular pada platform PC
Pada tahun 1995 Pascal kembali dengan memperkenalkan lingkungan aplikasi bernama Delphi – mengubah pascal menjadi sebuah bahasa pemrograman visual. Keputusan yang strategis dengan membuat perangkat database dan konektivitas sentral dari produk pascal.
Permulaan Delphi
Setelah merilis Turbo Pascal 1, Anders bergabung dengan perusahaan sebagai seorang karyawan dan arsitek untuk semua versi dari kompiler Turbo Pascal dan tiga versi pertama dari Delphi. Sebagai kepala arsitek di Borland, Hejlsberg diam-diam merubah Turbo Pascal menjadi bahasa pengembangan aplikasi berorientasi obyek, lengkap dengan lingkungan yang benar-benar visual dan fitur akses database yang luar biasa
Mengapa diberi nama “Delphi”
Seperti yang dijelaskan dalam Museum artikel Borland, proyek dengan codename Delphi muncul pada pertengahan 1993. Mengapa Delphi? Sangat sederhana: “Jika Anda ingin berbicara dengan Oracle, pergilah ke Delphi”. Ketika tiba saatnya untuk memilih nama produknya, setelah sebuah artikel di ‘Windows Tech Journal’ tentang sebuah produk yang akan mengubah hidup programmer, nama terakhir yang diusulkan adalah AppBuilder. Sejak Novell merilis Visual AppBuilder, orang-orang Borland perlu mengambil nama lain, tetapi menjadi semacam komedi: semakin keras orang-orang berusaha untuk mengabaikan “Delphi” sebagai nama produk, semakin banyak nama tersebut mendapat dukungan. Setelah disebut-sebut sebagai “pembunuh VB” Delphi tetap menjadi produk landasan untuk Borland.
sumber:insanilmu.wordpress.com dan ini

Komponen Komponen pada Delphi

Langkah awal untuk menjalankan program Borland Delphi 7, adalah sebagai berikut : 
  • Klik tombol Start yang terletak pada bagian Taskbar.
  • Pilih menu Programs Borland Delphi 7 , kemudian klik Delphi 7 .
  • Akan tampil sebuah splash screen Borland Delphi 7 . Tunggulah beberapa saat sampai program BorlandDelphi 7 tampil memenuhi layar monitor.
  • Bidang kerja Intergrated Development Environment (IDE) Delphi 7 akan tampil memenuhi layar
  • monitor seperti diperlihatkan pada gambar  berikut ini. Pada bidang inilah programmer dapat menumpahkan kreativitasnya dalam membuat program.
    image
Jendela IDE Delphi 7 mempunyai perangkat-perangkat yang dapat dipergunakan untuk memudahkan seorang programmer dalam membuat program. Secara default , Borland telah mengatur letak perangkat-perangkat sedemikian rupa, perangkat-perangkat tersebut diantaranya : 

Menu 

Menu pada Delphi memiliki kegunaan seperti menu pada aplikasi Windows lainnya. Dari menu ini programmer dapat memanggil, menyimpan program, menjalankan program, meremove komponen atau menambahkan komponen baru dan lain sebagainya. Singkatnya segala sesuatu yang berhubungan dengan IDE Delphi dapat Anda lakukan dari menu.

Speed Bar 

Speed Bar atau yang sering juga disebut toolbar berisi kumpulan tombol yang tidak lain adalah pengganti beberapa item menu yang sering digunakan. Dengan kata lain, setiap tombol pada Speed Bar menggantikan salah satu item menu. Sebagai contoh, tombol kiri atas adalah pengganti File New , tombol disebelah kanannya adalah pengganti menuFile Open , dan seterusnya.

Component Palette 

Component Palette berisi kumpulan icon yang melambangkan komponen-komponen pada VCL ( Visual Component Library ). VCL adalah merupakan pustaka komponen yang dengannya Anda dapat membangun sebuah aplikasi. Pada Component Palette , terdapat beberapa tab, yaitu Standard , Additionals , Data Access ,Data Controls dan lain sebagainya.

 Object TreeView 

Object TreeView berisi struktur pohon yang menampilkan semua nama komponen yang telah Anda letakkan pada form designer atau biasa juga disebut dengan hirarki seperti pada Windows Explorer .

Object Inspector 

Object Inspector digunakan untuk mengubah karakteristik dari sebuah komponen. Ada dua tab pada ObjectInspector , yaitu Properties dan Events . Pada tab Properties Anda dapat mengubah nilai dari beberapa komponen yang telah diletakkan pada form , sedangkan tab Eventsdigunakan untuk menyisipkan kode untuk menangani kejadian tertentu. Kejadian dapat dibangkitkan karena bebarapa hal, seperti pengklikan mouse, penekanan tombol keyboard, penutupan jendela dan lain sebagainya.

Form Designer 

Form Designer merupakan tempat dimana programmer dapat merancang jendela aplikasi atau tempat untuk desain interface dari aplikasi Windows . Desain form dilakukan dengan cara meletakkan komponen-komponen yang diambil dari Component Palette .

Code Editor 

Code Editor adalah tempat dimana programmer menuliskan kode program yang pernyataan-pernyataannya dalam bahasa Object Pascal . Hal utama yang perlu diperhatikan dalam Code Editor adalah Anda tidak perlu menuliskan seluruh kode sumber karena Delphi telah menuliskan semacam kerangka sumber.


sumber

Minggu, 20 November 2011

Perintah Dasar Manipulasi String pada JAVA

fungsi - fungsi manipulasi string dasar yang ada pada java diantaranya :
  • charAt() => Mengambil sebuah karakter yang ada pada sebuah string
  • compareTo() => Membandingkan 2 buah string apakah lebih kecil atau lebih besar secara lexicographical
  • compareToIgnoreCase() => Membandingkan 2 buah string apakah lebih kecil atau lebih besar secara lexicographical dengan mengabaikan huruf besar dan kecil
  • concat() => Menggabungkan nilai dari 2 buah string
  • contains() => Memeriksa apakah sebuah string mengandung kata-kata tertentu

Rabu, 28 September 2011

Konsep Bahasa Pemrograman: Sintaks, Semantik dan Pragmatik


Ada 3 hal yang berhubungan dengan konsep bahasa pemrogramanan: sintaks, semantiks dan pragmatis. Dalam mengajarkan 3 konsep ini menggunakan analogi bahasa yang biasa kita pakai sehari-hari.
Sintaks
Sintaks sebuah bahasa berhubungan dengan struktur bahasa. Sebagai contoh, untuk membentuk sebuah kalimat yang valid dalam bahasa kita memakai struktur: [subyek] + [kata kerja] + [kata benda]. Dengan memakai struktur ini, kita bisa membentuk kalimat, sebagai contoh: Saya makan nasi. Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, kita musti memenuhi sintaks (baca: aturan struktur bahasa) agar program dapat berjalan. Sebagai contoh, dalam bahasa BASIC, untuk mengassign sebuah variabel dengan sebuah nilai, kita memakai operand ‘=’, tetapi kalau dalam Pascal, kita pakai ‘:=’. Contoh dalam BASIC: a=1, tapi dalam bahasa Pascal, a:=1.

Semantik
Semantik sebuah bahasa menggambarkan hubungan antara sintaks dan model komputasi. Sederhananya, semantik menjelaskan arti dari program.
Analoginya sebagai berikut. Apabila kita memakai sintaks [subyek] + [kata kerja] + [kata benda], kita bisa menghasilkan kalimat-kalimat.

Konsep Dasar Pemrograman


Konsep IPO dikembangkan mejadi :
Originating -> input -> proses -> Output -> Distribution
||
Storage
Originating 
Berhubungan dengan pengumpulan data yang biasanya merupakan pencatatan data kedokumen dasar. Setelah dikumpulkan dilakukan proses input.
Input
Tahapan ini merupakan proses pemasukan data kedalam proses komputer melalui peralatan input.
Proses
Tahap ini merupakan proses pengolahan data dari data yang sudah diinput berupa proses menghitung membandingkan, mengurutkan, mengklasifikasikan, mengendalikan dan mencari di storage.
Output
Tahap ini merupakan proses untuk menghasilkan keluaran dari proses pengolahan data ke peralatan output berupa informasi (monitor, speaker, dsb)
Distribution
Tahap ini merupakan proses penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang berhak dan membutuhkan informasi.